Posted in FTV / Sinetron

#FTV: Cokelat Valentine Untuk Chili

image

Matahari menyinari bumi yang sedang kacau saat itu. Air mata yang bercampur keringat membasahi pipi Chili. Tangan halusnya kini terlumuri darah dari tubuh seorang pria. Entah rasa takut, panik, atau apalah tercampur rata di hati Chili saat itu.

**********

“Pagi Chili, sahabatku yang paling cantik sedunia,” kata Bara kepada Chili yang sedang bersandar di bawah pohon.

“Tidak lihat yah bar, aku sedang baca cerita nih,” ucap Chili sambil memperlihatkan buku yang sedang dibacanya itu.

“Humb…judulnya VALENTINE DAY yah,”

“Ya. Huft….sekarang tanggal 3 February yah. 11 hari lagi udah hari valentine,” kata Chili sambil menghembuskan nafas kekecewaan.

“Sial, kenapa ada hari itu sih!!!!”

“Wow tenang ko, jangan emosi kayak gitu,”

“Gimana bisa tenang, akukan masih jomblo Chil. Masa setiap valentine aku selalu di ejek sama teman sekelasku,” kata Bara sambil menatap tajam mata Chili.

“Mungkin karena mereka iri sama kejombloan kita kali ko. Kita kan enak punya banyak waktu senggang, sedangkan mereka nghabisin waktunya hanya untuk pacar mereka. Hehehe…” canda Chili kepada Bara.

“Kamu bener. Kita khan JOJOBA, JOmblo JOmblo BAhagia,” kata Bara dengan menirukan pose Bung Tomo.

Chili hanya bisa tertawa melihat tingkah aneh temannya itu.

Baru sadar bahwa Bara duduk dekat banget dengan Chili, Chili tiba-tiba memukul Bara yang masih mempertahankan posenya itu. “Sejak kapan aku mbolehin kamu duduk disebelah aku Bar, pergi sana….hus…hus…”kata Chili dengan sadis kepada Bara.

“Iya…iya…nona bawel,” kata Bara sambil bangkit dari duduknya.

“Biarin”

Di kamar Chili yang penuh dengan boneka, Chili kaget ketika Ia menemukan sepucuk surat beramplop pink ada di dalam tasnya. Perasaan senang bercampur heran hinggap di hati Chili ketika membaca surat tadi berisikan puisi khusus untuk Chili. Tapi siapa pengirim surat ini? Itulah yang terus dipertanyakan Chili kepada hati kecilnya.

Setiap hari Chili selalu mendapatkan surat misterius bahkan si pecinta misterius mengirimi sms kepada Chili katanya cinta banget sama Chili. Memang sih Chili cantik, tetapi tidak ada cowok yang berani ndeketin Chili karena sifatnya yang begitu ganas saat dia marah. Chili yang ada sedikit rasa pada si pecinta misteriusnya itu selalu bersms ria dengan si misterius.

“Aq pngn ngungkapin ssuatu kkm penerang hdpq. Makax q brhrp bgt km mw dtng ke alun2 kota bsk minggu pkl 10 pg,” itulah sms terakhir dari si misterius kepada Chili.

Chili yang mencoba tuk membuka diri kepada pria menyanggupi permintaan sang misterius. Apakah dia akan menembak Chili saat hari valentine?

Chili menunggu dengan sabar sang pengagum rahasianya itu. Tiba-tiba ada nenek-nenek sedang ingin menyebrang ke sebrang jalan. Daripada hanya menunggu terus, Chili membantu nenek yang telah termakan usia itu menyebrang. Sewaktu akan kembali ke tempat yang didudukinya tadi, entah kenapa Chili terdiam di tengah jalan. Ia tiba-tiba teringat masa kecilnya. Bunyi klakson terus berbunyi keras, akan tetapi Chili baru sadar ketika mobil benar-benar hampir menubruknya.

Chili yang berada di pinggir jalan akhirnya sadar. Ia tadi hampir tertabrak mobil box, akan tetapi ada seseorang yang menolongnya. Chili langsung berlari ke arah kerumunan orang. Chili terpaku melihat orang yang menolonya tadi adalah………Bara.

“Bar, kenapa kamu bisa kayak gini?” kata Chili sambil membelai kening Bara yang bercucuran darah.

“Hehehe….kau benar-benar ngelamun yah Chil. Aku tadi nyelamatin kamu tau, untung kamu tidak mati,” kata Bara sambil memegang kepala Chili.

“Bara maafin aku yah gara-gara aku kamu jadi kayak gini,”

“Ssst….sudah tidak apa-apa kog Chil. Sekarang aku mau ngasih kamu sesuatu…” Bara mengeluarkan sesuatu dari dalam ranselnya.

“Chil, selamat hari valentine yah, mau khan kamu jadi cinta pertama dan terakhirku,” kata Bara yang memberikan kotak coklat berbentuk hati kepada Chili.

“Jadi…selama ini…yang…” kata Chili terbata-bata sambil mengeluarkan air mata yang cukup deras.

“Cup…cup…cup…jangan nangis dong Chil. Iya, memang aku yang tiap hari ngasi surat itu ke kamu. Sebenarnya sudah dari dulu aku pingin bilang ke kamu, tapi aku susah tuk bilang langsung. Sekarang mau kan kamu jadi cinta pertama dan terakhirku?” kata Bara sambil menghapus air mata Chili.

Chili pun hanya mengangguk tanda Ia mau jadi pacar Bara.

Bara tersenyum lalu memberikan coklat itu kepada Chili. “Te…r…ima ka…sih yah…peri …ha…t…iku” kata Bara sambil terbata-bata dan akhirnya menutup mata sambil tersenyum.

“Bertahan Bar, kamu pasti kuat. Ambulans sedang memacu kecepatan penuh kok demi kamu. Bertahanlah demi aku bar,” kata Chili tanpa henti-hentinya menangis.

Tapi terlambat, Pendarahan yang terus terjadi pada otaknya membuat Bara harus menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan.

Setelah jenazah Bara di makamkan, Chili tiba-tiba menghampiri Ibu Bara yang sedang berdiri di depan makam anaknya. “Tante, maafkan Chili yah. Gara-gara Chili, anak tante jadi….hiks..hiks”

“Sudah Chili jangan nangis terus, kalau Bara melihat ini dia akan sedih lho. Sebelum menemuimu kemarin, Bara titip surat ini ke tante,” kata ibunya Bara sambil memberikan sepucuk surat kepada Chili.

“Chili, terima kasih yah telah memberi motivasi kepada Bara. Semasa hidupnya Bara selalu cerita tentang kamu. Dia sangat senang kalau kamu senang. Bara berharap kamu tetap senang dan tersenyum walau dia sudah tidak bisa melihat kamu melakukan itu. Ya sudah, kamu baca surat dari Bara dulu yah.” Setelah panjang lebar berbincang kepada Chili, ibunya Bara pulang.

“Hai Chil, maaf yah aku tida bisa terus menjaga kamu. Kamu adalah wanita terindah yang pernah aku kenal. Yah walaupun masih cantikan ibuku sih, hehehe…. Oh ya kalau kamu sudah nrima coklat dariku, itu tandanya kamu mau jadi pacar aku. Oh ya coklat itu melambangkan semua rasa cintaku, jadi jangan dimakan sendiri yah nona rakus. Bagi coklat itu ke temen-temen, dengan itu berarti rasa cintaku ada buat temen-temen…yah meskipun aku paling cinta kamu sih. Terima kasih yah Chil, karena kamu mau jadi cinta pertama dan terakhirku. Memang aku cinta pertamamu, tapi jangan jadikan aku cinta terakhirmu yah Chil. Hidupmu masih panjang, jadi teruslah berjuang demi hidupmu yah. Aku harus pergi, maaf yah ga bisa nemenin kamu hidup lebih lama lagi. Good Bye…….Chili” itulah bunyi surat Bara yang ditujukan khusus untuk Chili.

“Bara, walaupun suatu saat aku memiliki cinta lain, tapi sebagian cinta aku terus ada buat kamu kok,” kata Chili tersenyum dengan dihiasi sedikit air mata sambil melihat nisan yang bertuliskan nama Bara di sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s