Posted in FTV / Sinetron

#FTV: Pertemuan Singkat

image

Malam itu Ceri dan teman satu gengnya Ice Chili Rena lagi hangout. Mereka mau bikin planning ngadain miniparty buat anniv 4 tahun persahabatan mereka. Ceri tercengang saat melihat screen hpnya tertulis 6 missed call, Ceri membuka hpnya  dan ternyata itu dari Eky. Belum sempet Ceri ngirim pesan, Eky udah nelfon lagi. Namun akhirnya Ceri gak jawab telfon Eky.

“ loh .. kenapa gak diangkat Cer? “ -tanya Chilli ke Ceri

“enggak ah Chil, aku gak enak sama Ice, Eky kan mantannya Ice, dikira gue musuh dalam selimut” –bisik Ceri ke Chilli

Ceri semakin bimbang. Setelah acaranya selesai Ceri kirim pesan ke Eky

UntitledUntaaitled.jpg

Eky itu mantannya Ice. Sekarang Eky kuliah di Bandung dan selama kuliah baru ini dia pulang dan itupun tanpa sepengetahuan Ceri. Eky dekat sama Ceri sudah sejak setahun yang lalu. Namun Ceri enggan cerita masalah Eky ke Ice, dia gak mau nyakitin hati sahabatnya atau dibilang gak punya hati karena mantan pacar sahabatnya di embat dan dia juga takut bakalan merusak persahabatan mereka. Eky sudah sering kali ngungkapin perasaannya ke Ceri, namun tetap saja jawaban Ceri mengecewakan hati Eky. Alasan Ceri tetap saja gak enak sama Ice.

“udah Cer kalo emang lo sayang sama Eky bilang aja, toh Eky juga sayang sama lo. Lo gak perlu ngorbanin perasaan lo kayak gini, Ice pasti ngerti kok. Lagian Ice juga udah punya pacar” –oceh Chilli

“iya Cer, lo sama Ice kan udah kayak sodara kembar tuh. Ice pasti ngerti perasaan lo kok, cinta itu emang buta Cer, cinta itu gak pandang bulu bisa nyerang siapa aja. So siap gak siap kita harus nerima perasaan itu” –sambung Rena

Sering kali Chilli dan Rena bilang ke Ceri buat jujur ke Eky maupun Ice tentang perasaannya, Chilli dan Rena gak mau sahabatnya nyesel terus pake acara nangis nangis kayak anak kecil minta permen, toh ujung ujungnya Chilli sama Rena juga yang repot, mereka harus ngoceh kesana kemari buat nenangin Ceri. Tapi apa daya usaha mereka berdua gagal. Ceri tetap keras kepala ngorbanin perasaannya demi perasaan sahabatnya. Menurut Ceri itu keputusan yang tepat. Besok hari terakhir Eky dirumah, besok dia udah harus kembali ke Bandung. Ceri masih belum mengambil keputusan buat nemuin Eky, dia masih memikirkan gimana caranya dia bisa ketemu. Sedangkan dia mau Anniv-an sama temennya. Acara Ceri  bareng temen temennya mulai sekitar jam 8 dirumah Ceri. Kebiasaan mereka kalo udah ngumpul bareng pasti gossip gak jelas. Acara mereka gak meriah Cuma make a wish, tiup lilin, potong kue, tuker kado sama makan makan aja. Acaranya lumayan rame soalnya ada Mama Papanya Ceri, ada pacarnya Ice dan pacarnya Rena. Canda tawa mereka membuatnya buta waktu, kebahagiaan mereka tidak bisa dipungkiri terlihat dari raut wajah dan senyuman mereka. Kecuali Ceri yang masih memikirkan bagaimana dengan Eky. Jam dinding menunjukkan pukul 14:05 Ceri mencoba kirim pesan ke Eky.

Untaagvitled.jpgaaa.jpg

fgfh.jpg

Hp Ceri berdering ada telfon dari Eky, Ceri lagi ke toilet. Ice langsung nyambar itu hp diliatnya nama Eky di screen hp Ceri.

“halo Ky” –Ice mengangkat telfonnya

“halo Cer, gue mau berangkat nih” –jawab Eky

“ini gue Ice, Ceri lagi ke toilet tuh. Emang lo mau berangkat kemana?” –jawab Ice

Eky shock karena Ice yang nerima telfonnya, dia gak tau mau bilang apa. Dia takut salah bicara dan membuat Ice salah paham  apalagi kalo sampe ngebuat Ice dan Ceri jadi ribut.

“eh lo ya Ce, gue mau balik ke Bandung kemarin gue pulang. Gue sengaja gak bilang sama Ceri kalo gue mau pulang, tadinya gue pengen ketemu Ceri, tapi Ceri bilang dia ada acara bareng lo dan lainnya. Dan itu penting bnget buat Ceri. Jangan salah paham dulu ya Ce. Gue sebenernya udah deket sama Ceri setahun yang lalu, gue mencoba ungkapin perasaan gue ke Ceri berulang kali tapi hasilnya tetep aja Ceri ga bisa nerima gue, dia takut nyakitin perasaan lo. Dia juga gak mau persahabatan kalian hancur gara gara cinta. Sampai saat inipun gue masih nunggu Ceri  berharap dia berubah pikiran. Tolong ngertiin perasaan Ceri ya Ce, jangan salah paham” –akhirnya Eky cerita ke Ice

“kenapa lo baru cerita sekarang Ky, tau gitu gue yang ngomong ke Ceri dan kalian gak harus kayak gini, mendem perasaan dan terbebani gara gar ague. Please lo jangan berangkat dulu Ky …. ( tuuuut tuuut tuuuut ) –jawab Ice yang tiba tiba telfonnya mati

Ice, Chili, Rena ngajak Ceri pergi. Ceri bingung mau diajak kemana padahal acara Annivnya belum ditutup dengan makan makan. Dari kejauhan samar samar terlihat seorang cowok lagi masukin barang barang ke bagasi mobilnya. Semakin dekat semakin jelas wajah samar itu.

“Eky” –bisik Ceri

Beribu pertanyaan datang dari benak Ceri. Kenapa Ice bawa gue kesini? Apakah Ice tau masalah gue sama Eky? Akankah saat ini dia mau marah ke gue didepan Eky? Semua pertanyaan itu terjawab ketika Ice memanggil Eky.

“hai Ky” –bengok Ice

Eky menoleh dan tersenyum, namun sempat pasang wajah shock dan bingung.

“Cer, gue bawa lo kesini  karna lo pengen banget kan ketemu sama Eky? Dia kemarin pulang dan pengen banget ketemu sama lo. Sekarang gaada yang harus disembunyiin lagi Cer. Lo harus jujur sama diri lo sendiri, lo gak bisa terus terusan bersandiwara. Lo juga harus bisa ngerasain bahagia. Lo sayang sama Eky kan? Lo gak perlu canggung sama gue. Gue fine fine aja kok, gue malah seneng liat sahabat gue punya cowok sebaik Eky. Soo.. apa yang kalian berdua tunggu?” –jelas Ice

gdygs.jpg

Ceri meneteskan air mata

“gue tau maksud lo Ce, tapi sorry gue gak bisa. Gue udah janji sama diri gue sendiri gue gak bakal bisa sama Eky, karena bagaimanapun juga kalian dulu pernah punya ikatan seperti saat ini kita punya ikatan persahabatan. Kalo gue sama Eky itu berarti gue menghianati ikatan kalian dulu. Dan itu sama aja gue menghianati persahabatan kita. Sorry ya Ce, sorry ya Ky gue tetep gabisa” –keluh Ceri yang terisak

Ice memeluk Ceri di susul Chilli dan Rena.

“gue tau Cer, gue terima keputusan lo karena gue sayang sama lo. Gue gak berhak maksa lo. Kebahagiaan lo itu kebahagiaan gue juga” –jawab Eky

Eky pamit berangkat jabat tangan sama Ice, Chilli dan Rena. Ceri masih dalam isakannya, Eky memeluk Ceri  dan mencium kening Ceri

“lo itu emang egois Cer, lo bertahan dengan keputusan lo dan itu yang ngebuat gue sayang sama lo. Lo baik baik ya Cer. Hue janji suatu saat gue bakal datang kembali buat ungkapin perasaan gue ke lo untuk kesekian kalinya, meskipun hasilnya tetep kayak gini gue gak akan bosan” –ucap Eky

“coba aja Ky, coba sampe lo beruntung” –jawab Ceri

Senyum Ceri mulai mengembang. Eky mulai masuk mobil dan perlahan laju mobilnya mulai meninggalkan Ceri, Ice, Chilli dan Rena yang masih terisak dalam berpelukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s