Posted in FTV / Sinetron

#SINET: When You Love Me eps. 2

Episode sebelumnya: #WYLMeps1

image

Mici Memaksa Anice untuk bertemu dengan kay siang itu, Anice sebetulnya malas karna ia tau bahwa berdekatan dengan kay akan membawa masalah dengan geng Rena, tapi Anice gamau ambil pusing Dia tetap harus menemui kay untuk sekedar mengucapkan terimakasih, tidak lebih.

Kay berjalan menuju Ruangan Fakultas Hukum. Tak berjauhan sebetulnya dengan Fakultas Psikologi, ya Anice mengambil Jusuran Psikologi.

“nah itu dia kak kay buruan ce lo samperin, just saying thanks” ucap mici sambil mendorong pelan anice

“iya—iya” balas anice kemudian berjalan menuju kay

“kak” ucap anice sedikit teriak kay berhenti dan mencari asal suara tersebut, menolehnya kesebelah kanan

“cewe yang pingsan kemarin, ngapain” batin kay

anice sedikit berlari dan menghampiri kay, kini pujaan hati anice sudah tepat didepan matanya.

Jantungnya sama sekali tidak bisa diajak kerja sama semua organtubuhnya bekerja 10kali lebih cepat dari biasanya

“ya”balas kay

“emm”anice kikuk

“lo mau ngomong apa ya? Gue gak punya waktu banyak kalau ga penting lain kali aja”balas kay dengan tatapan tajam nya

DEG!

Lelaki yang sudah beberapa hari melintas difikirannya ini ternyata angkuh

“em sebentar”balas anice sambil menarik lengan kay dengan kasar kay menepis nya

“gue..gue..gue Cuma mau bilang makasih karna lo udah anterin gue kemarin,mungkin kalau lo gada gue gatau bakalan kaya gimana”balas anice menunduk

“ohitu..santai aja”balas kay kemudian pergi dan meninggalkan anice di koridor sendiri.

Kantin Universitas Cendrawasih. 

“renaa…rena..omg iwh”teriak ceri dari kejauhan

“si alay kenapa lagi”balas lala

“lo tuh kenapa sih cer, ceria sih ceria”balas rena

“hehe, gue ada hot info nih. Barusan waktu gue baru sampai kampus gue sengajakan lewat fakultas hukum eh gue liat mahasiswa baru pegang-pegang tangan kay”cerita ceri

“serius lo? Kay lagi sama siapa?”balas rena

“serius, sayangnya gue lupa fotoin. Kay sendiri” balas ceri.

“la lo cari deh siapa tuh Maba, songong gue gak suka!”balas rena.

Mendengar cerita ceri membuat rena terbakar api cemburu masalahnya rena saja belum pernah megang kay sedangkan mahasiswa baru dengan gampangnya mendekati kay.

Rena berjalan cepat menuju fakultas hukum demi menemui kay, sejujur nya rena anak fakultas Ekonomi jadi lumayan jauh untuk menuju fakultas hukum.

“rezeky”teriak rena saat melihat rezeky keluar dari kelas tsb dan akhirnya rena berbicara sesuatu pada rezeky.

Anice berjalan menuju kantin dan tidak sengaja anice menumpahkan jus orange dan mengenai ceria

“o-m-g, lo kalau jalan liat—liat gak sih? Liat nih baju gue sampai kotor” balas ceri sedikit menyentak

“maaf—maaf gak sengaja, sini gue bersihin”balas anice sambil memegang sweater ceri

“ow hello, udah sana—sana.”usir ceri dan kemudian tersadar

“ehh..eh”sambung ceri sambil memegang tangan anice

“ya”balas anice sambil tersenyum

“gausah so cantik senyum didepan gue! Lo siapanya kay?”selidik ceri

“gue bukan siapa—siapa kay,kenapa?”balas anice santai

“nada lo nantang gue banget ya! Guekan udah bilang kemarin siapapun yang berusaha deketin kay itu bakalan berurusan sama the girls, dan siap didepak dari kampus ini”jelas ceri

“lo gada hak larang gue, silahkan mau coba depak gue dari kampus ini gue gak takut. Apalagi sama senior kaya lo”balas anice sambil tersenyum penuh kemenangan lalu meninggalkan ceri sendiri

“OMG! Maba tersongong yang pernah gue temui, lo liat aja nanti”balas ceri kemudian pergi.

Sementara itu….

“kay lo udah ketemu sama cewe yang kemarin pingsan?”sahut rezeky

“ya tadi pagi”balas kay yang masih sibuk dengan laptopnya

“dan lo jutekin dia?”sambung bami

“lo maunya gimana? Gue sayang sayangan sama dia? Kenal aja kaga”balas kay lalu menutup laptopnya

“buset, lu lama lama galak bener”balas bami

“udah ah bacot gue mau ke perpus, skripsi bro”balas kay menepuk pundak kedua sahabatnya itu.

Sial kay bertemu dengan ceria, meskipun ceria tidak terlalu menyukai kay tapi ceria selalu menyeramahi kay, bagaimana kay tidak ilfeel pada rena, sikap rena yang manja, genit, childish, pecicilan, caper ah semua yang buruk memenuhi otak kay.

“kay”teriak ceri 

“nahkan”gumam kay pelan kay membalikkan tubuhnya dan melihat ceri sudah dibelakangnya

“ya”ucap kay

“lo tuh kenapa sih, cuek banget sama rena! Rena tuh udah mati—matian lo kok tanggapannya garing, giliran ada maba lo tepe—tepe”oceh ceria

“apaan, siapa yang tepe—tepe. Lagian suruh siapa rena mati-matian buat gue, gue aja gak mati—matian”balas kay dan mulai melangkahkan kakinya

“omg kay, lo tuh frozen, batu banget lu”balas ceri

“udah deh cer, bilangin sama rena stop deketin gue! Percumah gue gakan anggap rena lebih dari temen”balas kay

“kay”teriak ceri

“kay tuh nyebelin ya. Nyebelin banget malahan gue sampe kewalahan aduh”gumam ceri.

Disisi lain Rena sedang menyusun Sebuah Rencana Untuk kay tak lupa dibantu oleh Rezeky dan bami pastinya.

“ren, gue sih takutnya kay biasa aja ren”sahut bami

“lu kalau banyak tanya gue kasih daki ya? Dakinya tukang tahu bulat”balas rena sambil melempar botol aqua pada bami

“lo terlalu berlebihan sama kay, gue takut aja kay bakalan makin ilfeel sama lo”sambung rezeky

“bikin drop lo”sentak rena kemudian pergi

“lah baper, lu sih ky”balas bami

“ye gue sih kasian aja sama rena, mending sama gue kan”balas rezeky

“astaga”balas bami berlalu pergi meninggalkan rezeky.

Setelah 4jam berkukat disebuah taman kecil dibelakang rumah kay akhirnya selesai juga, ceri dan lala menatap heran apa maksud rena buat kaya gini

“pokoknya pas kay datang lampu nyala”balas rena

“ren, ini serius ide lo”sahut lala

“yes! Everything for my cimicimi lovely handsome”balas rena centil

“centil lo”sambung ceri.

Jam sudah menunjukan pukul 23.55 kay baru sampai rumah, badan terasa pegal kay tidak akan pulang seperti ini kalau bukan karna skripsi, kay ingin cepat cepat lulus dan bekerja, kay merasa aneh dengan keadaan rumah yang benar—benar gelap sepeti tidak berpenghuni

“tumben gelap biyem kemana sih”gumam kay sambil berjalan menuju kedalam rumah kay sama sekali tidak menemukan apa—apa hanya kegelapan, menyalakan lampu dan terang kembali,rasanya ingin segera menuju kasur dan tertidur berharap esokhari akan lebih baik.

Ada yang aneh Taman kecil dihalaman belakang gelap tidak biasanya dan kay berjalan menuju taman belakang dan

“SURPRICE”teriak rena paling antusias

“happy birthday rayn wikaya “ ucap rena dkk, rezeky dan bami.

Kay mengukir senyum tipis disudut bibirnya rasa haru yang ia rasakan terlebih rena benar—benar gigih demi mendapatkan hatinya

“thanks guys”balas kay lalu brohug dengan rezeky dan bami, lalu rena…. “thanks ren”ucap kay

“happy birthday my cimicimi lovely handsome, all the best for you..”balas rena kemudian memeluk kay erat

“eh..sorry ren lepas”balas kay

“ini cowok kenapa sih gak bisa peka sama perasaan gue”batin rena

“thanks guys, gue cape gue mau tidur kalian happy happy aja”balas kay

“eh buset kay”ucap lala

“eh. Kok gitu ini yang ulang tahun siapa sih?”balas ceri

“astaga cer lu gak usah ngomong dah”sambung bami

“iya bro lo tidur aja”balas rezeky,kay tersenyum kemudian pergi meninggalkan Sahabatnya dan Rena Dkk.

“kok gitu, gue cape—cape buat ginian kay Cuma say thanks? Astaga apa yang ada di otak kay”balas rena

“gue udah bilangkan sama lo tadi siang”balas rezeky santai.

*****

Anice terbangun dari tidurnya, hari kemarin benar—benar membuatnya kelelahan setelah berkutat dengan tugas ditambah dengan ekstrakulikuler. handphone bercase pink itu berbunyi alarm namun bukan alarm untuk membangunkan tidur melainkan alarm ‘selamat ulang tahun’

“happy birthday mysunsun” gumam Anice dengan suara purau saat hendak bangun dari kasurnya tiba-tiba kepala anice terasa sakit

“Aw..Sakit”ucap anice sedikit teriak sambil memegangi kepalanya

“maah…”teriak anice ini sakit luar biasa ini bukan sakit kepala biasa lama kelamaan semuanya gelap dan tidak lama orang tua anice segera masuk kekamar

“astaga, sayang bangun”ucap sang mama

“pah..gimana ini”ucap sang mama lagi

“mungkin ini reaksi ada obat yang masih dia minum mah, ga lama lagi akan membaik”balas sang papah

“apa semua ingatan anice akan kembali dalam waktu dekat, anice berbeda dengan anice yang dulu pah. Semenjak kita memisahkan dia dengan cinta SMA nya anice jadi lebih pendiam ditambah dengan kecelakaan nya waktu dibelanda yang nyebabin dia amnesia dia semakin tidak kita kenali”balas sang mamah buliran air mata mulai memenuhi pipi indah malaikat tanpa sayapnya anice

“sabar mah, semuanya akan indah pada waktunya. Selama anice belum mengenali dirinya lagi dia tidak akan ingat siapa dia dulu”balas papahnya.

Saat itu anice adalah perempuan yang paling beruntung memiliki kekasih yang benar—benar mencintainya ya kekasih yang selalu dia bangga—banggakan. Namanya Rayn Wikaya, Anice selalu bersama kekasihnya setiap hari walaupun terpaut usia 2 tahun anice benar—benar menyayangi kay layaknya seperti kaka kandung,

Hingga Saat itu…

“apa kamu gabisa stay disini sama oma kamu?”ucap kay dengan tatapan sendunya pada anice

“aku gabisa, aku harus ikut orang tua aku ke belanda, bukannya kamu bilang bahwa pendidikan itu nomer satu dari apapun?”balas anice

“ ya aku selalu bilang itu sama kamu, tapi apa harus saat ini?”balas kay

“aku ga bisa nolak. Ini perintah papah. Aku Cuma berharap besok kamu bisa datang ke airport maaf semuanya baru aku bilang sekarang, tapi aku harus pergi”balas anice

“aku ga janji besok aku bisa datang ke airport”balas kay

“aku tau kamu marah,aku emang gak bisa jadi yang sempurna aku masih kecil. Bener apa kata temen—temen kamu aku ini ga pantes buat kamu. Tapi sekali lagi aku mohon, kamu datang besok ke airport  ya”balas anice lalu memeluk erat kay, kay memeluk erat anice benteng air matanya hampir saja jebol

“kamu harus percaya aku selalu ada disini, dihati kamu. Dan kapanpun kamu tanya kapan aku cinta sama kamu, jawaban aku adalah selamanya”balas ice

Kay terbangun dari mimpinya, kepalanya terasa sangat sakit ini bukan kali pertama setiap bangun dari tidur kay sakit kepala

“kapan ingatan gue bisa kembali, kenapa semuanya masih gelap. Gue bahkan gak bisa ingat masa lalu gue”gumam kay

Semenjak kejadian itu semua ingatan kay hilang  kedua orang tuanya shok berat atas apa yang menimpa anaknya tsb kay bukan amensia biasa yang bisa kembali pada waktunya tapi kay mengalami amnesia secara permanen kemunkinan yang kecil jika ingatan nya akan kebali

“siapapun yang pernah menjadi orang yang berharga buat gue dimasa lalu. Gue pingin lo hadir, bantu gue buat ingat semuanya lagi please”gumam kay dengan suara rendah.

Hari ini adalah hari ulang tahun kay tapi apa yang kay rasakan biasa saja tidak ada yang spesial bahkan rena sekalipun sudah banyak ucapan yang kay dengar dari junior—junior nya tapi tanggapannya selalu sama Dingin Dan tidak peduli

“happy bday ka kay”sahut beberapa anak mahasiswa baru

“thanks”balas kay sambil tersenyum tipis.

Anice memerhatikan beberapa mahasiswi angkatannya membawa kue tart,siapa yang ulang tahun?! Fikirnya.

Tiba—tiba Mici datang dan menarik anice “ce ikut gue yuk! Kita ikut rayain ulang tahun ka kay di lapang basket”sahut anice

“ka kay?”balas anice

“iya ayuk!”balas mici sambil menarik anice

Dilapang Basket Ternyata sudah ada Kay dan kawan-kawan seperti yang mici bilang bami alias arbami memang caper bami terlihat seperti dirinyalah yang paling tampan diantara kay dan rezeky

setelah selesai memberikan kejutan kecil satu persatu diantara mereka bergantian berjabat tangan dengan kay sambil memberikan ucapan selamat ulang tahun.

Kini bagian ice “selamat ulang tahun kak, bahagia selalu dan semoga selalu berada dalam lindunganNya”sahut anice sambil tersenyum

kay tersenyum  ini senyum yang sempat hilang “terimakasih”balas kay

“siapa dia sebenarnya,kenapa seola-olah gue udah kenal deket setiap kali gue liat matanya”batin anice

“Matanya Cantik!”batin kay

“ehem”rezeky berdehem.

Jam sudah menunjukan pukul 15.05 Anice baru saja selesai kelas, ini dia berjalan menuju taman kampus melakukan kegiatan yang biasa dia lakukan apa lagi kalau bukan menulis dalam buku diarynya, jari—jemari nya mulai menulis indah diatas buku

“saat nanti aku bertemu dengan seseorang yang berharga dalam hidupku, pertanyaan yang akan selalu ku tanya adalah kapan kamu mencintaiku, bukan kapan saat kita saling mencintai tapi kapan saat kamu menentukan aku untuk menemanimu”

*****

Kay berjalan menuju taman kampus untuk bertemu dengan team basket kebanggaannya saat itu kay melihat anice sedang duduk sendiri dan menulis, kay mulai penasaran dengan sosok anice mahasiswi baru yang beberapa hari lalu pingsan karenanya

rasa penasaran kay tak habis disitu kay memberikan perintah pada rezeky untuk mencari tahu soal anice, ada senyum tipis terukir disudut bibir kay saat anice merapihkan rambut hitamnya “gue selalu ngerasa gue pernah liat lo”batin kay sambil memperhatikan anice dari jauh

kemudian kay melanjutkan tujuan awalnya untuk menemui team basketnya. 

“kay 10hari lagi team kita bakalan tanding nih, apa stategi lo”sahut Dimas

“soal strategi gue kasih tau h-4 ya”balas kay santai

“lo jangan terlalu santai kay”sambung rezeky yang sama sama team basket kay

“lo kaya gatau gue,udah ya gue balik bye”ucap kay lalu meninggalkan team basketnya

kay melajukan mobilnya cukup cepat memecahkan jalanan ibu kota jakarta, saat sampai dekat daerah rumahnya kay tidak sengaja melihat seorang perempuan sedang berdiri memerhatikan mesin mobilnya

“siapa juga nih cewe di pinggir jalan gini” gumam kay sambil menepikan mobilnya

Kay melihat Perempuan itu tak asing lagi baginya ‘Anice’  Kay menepuk pundak Anice “lo ngapain disini, udah mau malem. Kenapa mobil lo?”tanya kay

Anice menoleh dan tersenyum “eh kak,mmmm”anice kikuk, jantungnya sama sekali tidak berkompromi

“hah?”tanya kay bingung

“euh ini..ini…mobil nya mogok yaa mogok, dan gue gatau benerin nya gimana” balas anice dengan wajah polosnya

“oh mogok, yaudah lo pulang bareng gue aja, mobilnya biar dibawa ke bengkel”balas kay dingin

“katanya dia frozen boy,but why? He’s care”batin anice

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s