Posted in FTV / Sinetron

#FTVSpesial: Cinta is You

image

H – 7

“Aku sangat mencintaimu mau kah kau menjadi teman hidupku untuk selamanya?” tanya Masiem pada seorang perempuan dihadapannya.

“Ya demi langit dan bumi aku mau menjadi pendamping hidupmu,” jawab Lusa atas pertanyaan Masime.

“Oke cut break dulu break dulu,” kata Bami yang menjadi pengarah dalam latihan pertunjukan theater yang akan di tampilkan nanti.

Grup theater SPP memang sering menampilkan pertunjukan theater dan sering mengikuti perlombaan tiap tahunnya. Kali ini grup theater SPP diminta untuk menampilkan pertunjukan pada festival film 2016 yang akan ditayangkan 20 Juni mendatang.

Tim SPP selalu berlatih setiap hari agar memberikan penampilan yang terbaik, grup theater SPP terdiri dari banyak anggota yang memiliki tugas nya masing masing. Ada Bami sebagai pengarah penampilan. Rena sebagai pelatih tari. Kay dan Lion sebagai lighting. Maruk dan Bara sebagai penata suara. Cili, Kaiu, dan Ice sebagai tim make up dan wadrobe. Dan tahun ini giliran Masime dan Lusa yang menjadi pemeran utama dalam pertunjukan theater kali ini. 

Seminggu lagi pertunjukan akan dimulai semua anggota berlatih dengan keras karna tak ingin membuat penonton kecewa oleh penampilan yang akan grup SPP tampilkan.

“Oke five six seven eight pertama ke depan dulu lalu kaki diputar sedikit serong ke kanan,” ucap Rena yang menjadi pelatih tari.

Kali ini grup SPP sedang berlatih tari karena yang harus ditampilkan adalah semacam drama musikal.

“Ga ga kaya gitu kakinya agak sedikit diputar Lusa,” ucap Rena

“Gimana sih? Susah euy,” ucap Lusa pada Rena.

“Ah lo gitu wae ga bisa sini gue ajarin,” ucap Masime pada Lusa.

Masime mencoba melatih Lusa berkali kali. Masime mulai mengajari dari gerak tangan sampai gerak kaki meskipun beberapa kali salah.

“Kaga kaya gitu tangannya tapi gini,” ucap Masime sembari memegang tangan Lusa dan membenarkan gerakan. 

“Nah kalo badan nya mah ke arah sini tangannya kesini,” Masime yang kini berada dibelakang badan Lusa mengarahkan dari belakang sembari memegang tangan Lusa dan memberi tahu benar salah nya.

Agak sedikit lama Masime memegang tangan Lusa dan merekapun bertatapan suasana menjadi hening seketika. 

“Euuy udah bisa belom?” tanya Rena memecahkan suasana.

“U..uu..udah udah bisa,” ucap Lusa dengan nada sedikit gugup.

“Coba atuh gue mau liat,” ucap Rena lalu Lusa pun memperlihatkan gerakan yang sudah ia pelajari tadi.

Rena melihat Lusa memang sudah lancar dalam gerakan pertama ini namun tiba tiba…..

“KRETEKK” kaki Lusa terkilir.

“Aduh sakit,” Lusa merintih kesakitan segera diambilkanlah obat urut di kotak PKK untuk memberikan pertolongan pertama, namun kaki Lusa tetap masih tak bisa digerakkan.

Lalu Lusa segera dibawa ke rumahnya sakit terdekat.

“Gimana pak temen saya?” tanya Masime pada dokter Pohand yang menangani Lusa .

“Tenang aja keadaannya baik baik aja cuma tulang kaki nya geser sedikit jadi untuk beberapa minggu ini jangan dipaksa untuk bergerak yang berlebihan apalagi menari dia harus banyak banyak istirahat dulu,” kata dokter menjelaskan.

“Boleh saya menemuinya?” Tanya Masime pada dokter Pohand.

“Iya silahkan saja tapi saya sarankan jangan diajak banyak gerak dulu ya mas temannya,” kata dokter menyarankan.

Lalu Masime pun masuk kedalam ruangan.

“Lus pokoknya lu harus banyak banyak istirahat jangan banyak gerak dulu,” ucap Masime pada Lusa.

“Seminggu lagi tuh pertunjukan masa gua harus enak enakan istirahat sedangkan kalian kerja keras buat latihan gua juga gamau bikin kecewa kalian,” kata Lusa.

“Tapi lu tuh ga boleh banyak gerak dulu lu tuh harus istirahat dulu soal pertunjukan lu tenang aja ga usah dipikirin yang penting lu sehat itu nomor satu,” Masime menjelaskan.

“Masime ko jadi perhatian gini sih,” ucap Lusa dalem hati dan Lusa pun hanya tersenyum pada Masime.

“Sekarang mending lu makan deh nih ya,” kata Masime sambil menyodorkan sesendok bubur ke mulut Lusa.

Lusa pun makan dengan lahapnya.

H – 6

Keesokan harinya di basecamp tempat latihan semua tim telah berkumpul untuk latihan namun rasa nya kurang. Karena sosok Cinta dalam drama yang akan di tampilkan tidak ada dikarenakan Lusa yang memerankan sebagai Cinta sedang cidera. Semua pun terdiam dan memikirkan cara agar mereka tetap dapat menampilkan penampilan terbaik mereka.

“Kurang dari seminggu lagi waktu kita. Kita ga bisa jalan kalau ga ada pemeran Cinta di drama ini” ucap Bami

“Lu kan yang bikin cerita sim dan lu juga yang jadi pemeran kali ini. Lu ada ide ga buat bikin cerita baru?” Tanya Lion pada Masime 

“Ga waktu kita tuh udah ga banyak kalau kita ganti cerita kita harus ubah semua nya dari awal lagi dan itu tuh butuh waktu yang ga sebentar” sambung Bami

“Ya mau ga mau kita harus cari pengganti Lusa buat jadi pemeran Cinta di drama ini” usul Maruk

“Gue setuju sama ide nya Maruk, tapi yang jadi masalah adalah susah buat cari orang yang bisa peranin Cinta dalam waktu singkat dan ditambah dia harus bisa kuasain gerak tarian juga” sambung Rena

“Cinta….ya Cinta… yuhu” ucap Masime sambil tersenyum membayangkan sesuatu semua yang ada di situ pun heran atas tingkah laku Masime 

“yaudah latihan kali ini cukup sampe disini aja besok kita lanjutin lagi” ucap Bami

“Cinta…” ucap Masime yang masih membayangkan sosok Cinta 

“Kalian semua tenang aja Cinta itu emang ada. Besok gue bawa dia kesini catet tuh kata kata gue haha” ucap Masime sambil meninggalkan tempat latihan dengan wajah konyol nya

Di perjalan pulang Masime masih memikirkan sosok Cinta yang dianggap nya memang benar ada di dunia nyata bukan hanya dalam drama saja dan ketika ia memikirkan sosok Cinta sambil mengendarai mobil nya tiba tiba dia mendengar sebuah dentuman musik dari suatu tempat dan membuat dia menghentikan mobilnya.

Dia pun segera menghampiri sumber suara itu rupanya suara itu terdengar dari sebuah studio tari. Semakin dekat dengan sumber suara itu dan semakin dekat semakin dekat dan Masime pun menemukan sosok perempuan yang sedang menari dengan irama yang indah

“Waw” itulah kata yang keluar dari mulut Masime, sepertinya ia terkejut.

Ia terus memperhatikan perempuan itu menari hingga akhir. Setelah iramanya selesai dan tanpa sadar Masime pun masih memperhatikan nya.

“Waw Cinta….Hebat its amazing” ucap Masime sambil memberikan tepuk tangan.

Perempuan itu baru tersadar bahwa ia sedang di perhatikan sejak tadi dan segera ia membereskan peralatan nya dan ingin segera pergi.

“Cinta..tunggu” ucap Masime sambil meraih tangan perempuan itu, perempuan itu pun terheran.

“Mau apa kamu?” Tanya perempuan itu.

“Tarian lu bagus dan gua liat lu udah mahir lu punya potensi tapi kenapa ga lu kembangin” ucap Masime pada perempuan itu.

“Gue nari buat hibur diri gue sendiri bukan buat orang lain” ucap perempuan itu dengan agak jutek sedikit.

“Loh kenapa ga? Kalau kita bisa menghibur orang lain kenapa cuma buat diri sendiri?” Lanjut Masime.

“Bukan urusan lu” ucap perempuan itu lalu meninggalkan Masime 

“Menghibur diri sendiri? Boleh juga, liat aja Cinta gua bakal buat lu bukan cuma hibur diri lu tapi lu bisa lebih dari itu” Masime berucap sendiri sambil tersenyum senyum konyol

H – 5

Keesokan harinya masih ditempat latihan yang sama semua tim pun telah berkumpul masih membahas topik yang sama yaitu tentang pertujukan yang akan ditampilkan 5 hari lagi.

“Ini udah H-5 tapi kita ga bisa lanjut terus karna pemeran Cinta ga ada juga” Bami marah marah 

“Mau gimana lagi toh Lusa juga masih sakit” sambung cili

“Yaudah lu Ren, main aja lu yang jadi Cinta aja” Bami menunjuk Rena untuk menjadi Cinta menggantikan Lusa

“ga ga deh ga lu kan tau sendiri gua paling ancur masalah dialog sekarang lu malah nyuruh gua main, ini tuh bukan pertunjukan biasa tapi pertunjukan acara besar gua ga mau deh bikin ancur” jelas Rena pada Bami

“Ya mau gimana lagi sampe saat ini aja kita belum dapetin pengganti Lusa buat peranin Cinta” ucap Bami dengan nada yang masih marah marah

“Lu tenang aja lagi hari ini Cinta ga bisa Dateng tapi besok gua yakin Cinta pasti bisa gua ajak kesini” kata Masime sambil mengunyah permen karet dengan santai nya

“Terserah lu aja dah sim” ucap Bami kesal sambil melempar naskah dialog ke meja.

Latihan pun selesai tanpa menghasilkan apa apa lalu mereka satu persatu pun meninggalkan basecamp.

Masime pulang dengan melewati jalan yang sama di depan studio yang ia lewati kemarin dia tak lagi mendengar irama itu lagi membuat Masime penasaran dia langsung memutuskan masuk ke dalam studio dia mencari perempuan yang dia lihat kemarin dia kemudian melihat perempuan yang kemarin dia temui tapi sedang tidak menari dilihatnya perempuan itu sedang duduk sambil mengelap keringat seperti baru saja selesai menari

Masime memandangi perempuan itu dari kejauhan dan berjalan perlahan menghampiri

“Na na na na na na hemmm na na na na” gumam Masime dengan nada yang ia senandungkan.

Perempuan itu pun terdiam dan seperti teringat sesuatu dicari nya sumber suara itu namun tidak ada
“Ah mungkin halusinasi ku saja” ucap perempuan itu

“Hei…dancing?” Ucap Masime yang tiba tiba muncul dibelakang perempuan itu

“HAAH” teriak perempuan itu kaget karena tiba tiba Masime muncul

“mau apa lagi kamu?” Tanya perempuan itu pada Masime 

“menari itu ibarat udara tidak kita hirup maka kita akan mati” Kata Masime 

“aku menari untuk diriku sendiri” Jawab ketus perempuan itu

“Apa kau bisa hidup dengan dirimu sendiri?” Tanya Masime pada perempuan itu dan membuat perempuan itu terdiam.

Lalu Masime menyalakan sebuah lagu tanpa sadar irama lagu itu membuat perempuan itu menari

Masime memperhatikan gerakan tiap gerakan tari yang ditampilkan perempuan itu betapa mahir nya dia menari membuat Masime terpesona oleh tariannya Masime pun tersenyum senyum sendiri melihatnya.

Setelah musik terhenti barulah perempuan itu tersadar bahwa ia sedari tadi menari dan dengan diperhatikannya Masime dihadapannya. Perempuan itu pun tersipu malu dan segera ingin lekas pergi. Namun Masime menarik tangannya mendekati dirinya hingga kini jaraknya dan perempuan itu hanya 5cm.

Lalu Masime pun berbisik padanya, “Lebih indah jika hidup bukan untuk diri kita sendiri bukan? Kalo ingin menikmati nafasmu mulai hiruplah kehidupanmu” Tanya Masime tepat ditelinga perempuan tersebut

Perempuan itu pun tak menjawab hanya terdiam dengan nafas yang masih terengah engah, segera ia lepaskan genggaman tangan Masime dari tangannya dan segera berlari keluar menjauh dari Masime dan tempat itu

“Hei Cinta…gua tunggu lu besok di basecamp theater samping cafetaria ya” teriak Masime pada perempuan itu yang sudah hampir depan pintu perempuan itu pun tak menghiraukan perkataan Masime
 
“Na na na na na na hemmm na na na na” gumam Masime dengan nada yang masih sama tadi.

Perempuan itu pun terhenti dari langkah nya ditengoklah kembali kebelakang untuk mencari suara itu namun ia tak mendapatkan siapa pun di tempat itu dilihatnya hanya ruang kosong yang ia lihat dan juga Masime yang dilihat dari kejauhan sudah berjalan di pintu belakang luar studio menuju mobilnya.

H – 4

Tinggal empat hari lagi pertunjukan theater akan digelar. Semua anggota grup theater SPP hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti.

“Gua udah memutuskan kalau kita mundur dari pertunjukan theater ini cukup sampai disini aja tahun ini kita ga bisa ikut partisipasi mungkin untuk kedepannya entah mereka masih mau undang kita lagi atau ga” kata Bami pasrah

“Mau gimana lagi ya udah mending kita mundur” sambung Kaiu dengan wajah penuh pasrah

“Kita pasti bisa tampil ko kali ini” Kata Masime 

“Lu santai santai aja dari kemarin gua yg mikirin karna lu tuh anggap semua nya gampang” Bami marah marah

“Wess santai brader tenang aja tenang” Kata Masime pada Bami, entah apa yang dilakukan Masime dia mulai menghitung mundur

“Lima. Empat. Tiga. Dua” 

Tak tok tak tok. Terdengar suara langkah kaki dri arah pintu, semua mata tertuju pada seseorang yang berdiri tepat di depan pintu saat ini. Dan Masime pun membalikan badan ke arah pintu yg sejak tadi di belakangi nya. 

“Waw karna cinta tau kapan dia datang” ucapnya sendiri sambil tersenyum

“Hai” sapa perempuan itu

“Boleh aku masuk” sambungnya

“Ya silahkan silahkan” kata Bara dengan mata yang tak berhenti memandangi perempuan itu.

Semua terheran heran siapa perempuan itu

“Hai” ucap nya lagi. “Aku Bayem aku tau tentang kalian aku tau tentang grup SPP ini dan laki laki itu selalu mengganggu ku” tunjuk Bayem pada Masime, Masime hanya tersenyum 

“Dia bilang kalau menari itu harus seperti nafas jika kita ingin hidup maka harus dihirup tapi kita tak bisa hidup sendiri, awalnya aku hanya menari untuk diriku sendiri namun laki laki yang selalu mengganggu ku itu membuatku datang kemari” sambung nya lagi semua orang terdiam dan fokus mendengar kan kata kata Bayem tadi

“Gue tau bahwa lu pasti bakal dateng” ucap Masime 

“Lu bisa apa?” Tanya Kaiu pada perempuan itu yang ternyata namanya Bayem 

“Bisa nari? Dialog lancar? Coba gua mau liat” sambung bami, tanpa basa basi Bayem pun langsung menunjukan kemampuan nya, Masime hanya tersenyum sambil bersender di tembok melihat Bayem.

Setelah Bayem menunjukan kemampuan nya dan semuanya pun memberikan tepuk tangan
Prok prok prok prok

“Ini gila gila ini keren parah” kata Bami 

“Cocok nih cocok” lanjut nya

“Lu mau gabung sama kita?” Tanya Bami, semua pun terdiam menanti jawaban Bayem yang sedikit lama menjawabnya.

Lalu tak lama kemudian Bayem pun mengangguk kan kepala nya menandakan bahwa ia setuju, semua nya pun ikut senang.

Masime hanya tersenyum sambil memandangi Bayem. Hari itu pun Bayem telah resmi menjadi salah satu anggota dari grup theater SPP dan tak disangka baru sekali latihan Bayem telah menguasai peran Cinta yang memang cocok untuknya.

Latihan pun selesai akhirnya mereka pulang, hari ini pulang latiha. Masime niat nya ingin menjenguk Lusa yang masih terbaring di rumahnya sakit.

Sampe nya di rumahnya sakit Masime segera menemui Lusa 

“Dor” Masime datang tiba tiba dan membuat Lusa terkejut

“Ah lu sim bikin gua kaget aja, gimana sim apa gua udah boleh pulang? Gua bete disini lagi pula gua masih mikirin tim theater kita” kata Lusa

“Tenang aja gua udah nemuin sosok Cinta dan kali ini gua rasa pas banget” kata Masime sambil senyum sendiri bayangkan sosok Cinta di pikirannya 

“Dia itu cantik pintar lembut persis apa yang selama ini gua kenal” lanjut Masime 

“Alah sim sim lagian Cinta itu kan fiksi, Cinta itu cuma ada di cerita yang lu bikin Cinta itu cuma ada di mimpi lu doang” bantah Lusa

“Tapi yang ini beda dia bener bener Cinta” kata Masime masih melanjutkan bayang bayang nya

“Iyalah dia mirip sama Cinta, kan emg dia meranin Cinta gimana sih lu” ucap Lusa dengan sedikit kesal

“Udah udah ah gua mau tidur cape” kata Lusa sambil membaringkan tubuhnya dan menutupi wajahnya dengan selimut 

“Yaudah gua balik ya. Bye selamat istirahat” ucap Masime dan langsung pergi keluar ruangan.

Lalu Lusa pun terbangun kembali memeriksa keadaan bahwa Masime benar benar telah pulang dan Lusa pun kesal sendiri atas perkataan Masime tadi

H – 3

Hari itu latihan pun dimulai seperti biasa karena waktu mereka tinggal tiga hari lagi. Semua telah berkumpul di basecamp theater untuk persiapan latihan.

Hari ini latihan benar benar serius bukan hanya latihan untuk penampilan saja tapi tata panggung, lighting, kostum, dan make up pun di kenakan.

Bayem dan Masime sebagai pemeran utama pun siap latihan hari ini sampai lancar tapi sebelum mereka latihan mereka harus mencoba kostum yang akan mereka kenakan. Masime telah selesai mengganti kostum namun Bayem belum juga terlihat Batang hidungnya ditunggu nya agak sedikit lama dan akhirnya Bayem pun terlihat dan….

“wahh” semua orang terkejut melihat Bayem yang ini mengenakan kostum bak putri raja begitu cantik nya dia mengenakan kostum itu.

Masime pun segera mendekati Bayem dan mengajak Bayem untuk segera latihan

“Yo” ajak Masime pada Bayem tapi tiba tiba

“Ga ada yang bisa gantikan gua sebagai Cinta” kata seseorang yang tiba tiba datang dari pintu

“Lusa?” Semua orang yang ada di dalam pun terpelanga melihat kehadiran Lusa.

“Kalau lu bisa kalahin gua, baru gua yakin lu bisa ambil peran ini” kata Lusa menantang Bayem 

“Tapi Lus kaki lu?” Sambung Cili dan Bayem tak menjawab apa apa dia hanya diam saja

“Kenapa? Lu takut?” Tanya Lusa pada Bayem.

Lusa pun langsung menyalakan lagu dan tanpa pikir panjang dia pun menari dan membuat gerak gerik bahwa dia mengajak Bayem untuk battle semua orang terheran heran dan Bayem pun hanya terdiam.

Lusa terus menari sambil terus ingin menantang Bayem dan tak disangka tak diduga ternyata akhirnya Bayem pun meladeni tingkah nya Lusa semua orang hanya terpelanga melihat mereka berdua.

Belum sempat pada akhir lagu dan tiba tiba kaki Lusa kembali sakit akhirnya Lusa kembali di bawa ke rumahnya sakit.

H – 2
Setelah kejadian kemarin Lusa pun kini dirawat kembali dirumah sakit.

Dan Masime pun datang untuk menjeguk Lusa, sampai nya di sana ternyata Lusa sedang ada pemeriksaan

“Kan sudah saya bilang kamu itu jangan terlalu banyak gerak dulu tulang kamu masih rentan untuk diajak banyak gerak” Kata dokter Pohand yang menangani Lusa

“Iya dok abis saya bosen di sini ga ada kegiatan” jawab Lusa

“Yasudah saya tinggal dulu ya, tolong jaga teman nya ya mas” kata dokter pada Masime 

“Iya dok terimakasih ya” kata Masime

“Iya sama sama, mari” kata dokter Pohand

“Kan gua udah bilang sama lu, lu tuh harus banyak istirahat” Kata Masime pada Lusa

“Gua ga mungkin diem aja disini gua tuh bosen” kata Lusa

“Kenapa lu lakuin ini?” Tanya Masime

“Ha apa?” Lusa bertanya balik

“Kenapa lu lakuin ini? Lu ga suka kalau grup kita tampil nanti?” Pertanyaan pertanyaan Masime membuat Lusa terdiam

“Apa lu ga pernah mikirin selama ini gua berusaha buat pertahanan grup kita biar ga mengecewakan banyak orang” ucap Masime 

“Jujur gua bingung mau lu apa? Gua ngerti mungkin berat buat lu. Tapi ini kan cuma kali ini masih ada kesempatan lain nya yang bisa bikin lu jadi pemeran utama nanti nya dan mungkin bukan sekarang” kata Masime 

“Karna lu ga akan pernah ngerti” jawab Lusa

“Gua ngerti gua cuma ga mau kalau kaki lu tambah parah, kalau lu tetep maksain nantinya lu ga akan pernah bisa tampil lagi suatu saat nanti kan? Ini juga demi kebaikan tim kita” ucap Masime

“Lu ga akan pernah ngerti karna yang lu pikirin cuma grup grup tim tim dan tim, tanpa lu tau gimana rasa nya gua disini sakit sim sakit” kata Lusa

“Lu ga pernah ngerti gimana perasaan gua saat tau peran gua diambil orang. Peran itu ga masalah bagi gua tapi lu ga akan ngerti gimana saat gua menjatuhkan hati gua lalu ada orang lain yang menggesernya dan lu ga akan ngerti gimna rasanya saat gua kehilangan perhatian lu” sambungnya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya, Masime hanya terdiam

“Kenapa diem aja? Lu masih ga ngerti juga? Atau lu pura pura ga ngerti atau lu emg ga mau ngerti?” Tanya Lusa dengan nada yang parau karna air mata membanjiri pipinya

“Gua ngerti tapi,,tapi gua ga bisa” jawab Masime dengan wajah penuh rasa bersalah

“Kenapa ga?” Tanya Lusa yang masih menangis

“Karna ya karna cinta itu ga bisa untuk dipaksa” jawab Masime 

“Tega lu sim tega” kata Lusa yang memukul mukul Masime

Masime langsung memeluk Lusa guna menenangkan nya Lusa masih menangis di pelukan Masime 

“Maafin gua Lus maaf” ucap Masime sambil memeluk Lusa dan Masime pun segera menghapus air mata di pipi Lusa 

“Mending lu sekarang istirahat aja ya” kata Masime

Lusa segera membaringkan tubuhnya dan Masime pun memberi selimut pada Lusa dan pikirnya tak ingin menggangu istirahat Lusa ia pun segera keluar ruangan.

H – 1

Hari ini adalah latihan terakhir grup theater SPP sebelum besok mereka harus tampil. Mereka pun latihan sejak dari tadi pagi, dan kini saatnya mereka untuk istirahat. Makanan pun telah dibagikan namun ternyata Ice yang memesan makanan rupanya salah pesan ternyata makanan yang dipesannya kurang satu.

“Yah kurang deh kayaknya ada yang ga kebagian nih” ucap Ice

“Yaudah ga apa apa aku gausah makan minum aja cukup ko” kata Bayem mengalah, mereka semua pun makan.

Bayem yang sedang duduk di tangga tiba tiba dihampiri Masime 

“Nih makan” ucap Masime sambil meletakan satu bungkus makanan di tangga dekat Bayem duduk

“Satu?” Tanya Bayem pada Masime

“Heem” ucap Masime dengan wajah konyolnya

“Terus?” Tanya Bayem, dan tiba tiba Masime  menyuapi Bayem

Bayem yang masih tak mengerti pun hanya terdiam menatap wajah Masime. Masime pun memandangi wajah Bayem dan tanpa sadar mereka saling bertatapan cukup lama. Dan Bayem pun membuka mulutnya dengan wajah yang masih memandangi Masime. Dan mereka pun makan bersama sampai habis, setelah habis Masime segera beranjak pergi untuk membuang bungkus makanan nya dengan gelagat konyolnya dia pun seperti menggumamkan sebuah lagi di mulutnya

“Na na na na na heemm na na na” dengan nada yang biasa ia senandungkan.

Bayem pun kaget ketika mendengar nada itu keluar dari mulut Masime ia pun hanya terdiam. Rupanya itu adalah nada yang pernah ia dengar dalam mimpi nya nada itu ia dengarkan ketika seorang laki laki yang ia temui dalam mimpi menyanyikan lagu untuknya entah apa yang ada dipikiran Bayem saat ini rasa nya ia tak percaya bahwa pangeran impian yang ia temui dalam mimpi pangeran yang mendendangkan lagu untuknya itu adalah Masime yang awalnya ia anggap sebagai pengganggu namun Masime pula yang telah mengubah hidup nya yang penuh kesendirian. 

“Ayo latihan latihan lagi terakhir nih kita ayo ayo” kata Bami yang mengajak semu untuk bersiap siap. Dan latihan pun akan segera dimulai

“Halo gua ga telat kan? Gua masih bisa liat kalian latihan kan?” Kata seseorang yang datang dari pintu

“Lusa? Lu udah sembuh?” Kata Ice tak percaya

“Ya masih sakit sedikit sih tapi tenang aja gua kuat ko gapapa tenang aja gua kesini sengaja mau liat kalian latihan” ucap Lusa.

dan latihan pun dimulai ketika dalam adegan romantis 

“Aku mencintaimu Cinta, jika kau ingin hidup bersamaku maka peluklah aku tapi jika kau tak mencintaiku tinggalkan aku” ucap Masime dan mendekatkan wajahnya pada Bayem.

Masime pun menatap mata Bayem dan demikian pula dengan Bayem menatap mata Masime, entah apa yang ada pada diri mereka sekarang terlihat dari tatapan keduanya bahwa mereka memang benar benar saling mencintai bukan hanya dalam peran saja sepertinya perasaan itu ada pada diri mereka juga.

“Katakan katakan bahwa kau tak mencintaiku katakan dan pergilah” lanjut Masime pada dialognya.

Namun Bayem terdiam sepertinya sulit bagi nya untuk mengatakan bahwa dia tak mencintai nya namun tak sadarkah Bayem bahwa ini hanyalah dialog dalam drama

“Ti.. tidak aku tidak. Tidak mencintaimu” ucap Bayem dalam dialognya agak gugup untuk mengucapkan nya namun ia tetap melanjutkan peran nya sebagai mana mestinya dan ia pun segera pergi dari hadapan Masime. 

“Oke keren keren” ucap Bami dengan bangga dan memberi tepuk tangan.

Masime pun segera menghampiri Bayem lagi dan ia pun memberikan sebuah sapu tangan dan sebotol minum pada Bayem. Bayem terdiam dan agak gugup saat didekati Masime mereka pun saling bercanda canda untuk menghinakan ke kakuan pada diri mereka

ketika mereka bercanda tiba tiba ada seorang laki laki datang

“Bayem” ucapnya, Bayem yang sedang bercanda dengan Masime pun tiba tiba terdiam dan terpelanga pada seseorang yang datang.

“Eky” ucap Bayem dan langsung menghampiri Eky.

Eky adalah kekasih Bayem yang baru pulang dari luar kota mereka telah lama terpisah karena Eky yang tinggal di luar kota karena ada suatu urusan, Eky pun langsung memeluk Bayem

“Aku kangen banget sama kamu” kata Eky pada Bayem

Masime hanya terdiam melihat Eky dan Bayem entah apa yang dirasakan nya kini sepertinya hati nya telah hancur melihat gadis yang di impikan nya selama ini ternyata telah memiliki kekasih, meskipun menahan sakit namun Masime tetap tersenyum untuk menutupi kesedihan nya. Rupanya Lusa sejak tadi memperhatikan Masime sepertinya Lusa mengerti apa yang dirasakan Masime, Lusa pun mendekati Masime dan mengelus elus bahu Masime sambil memberikan senyuman pada Masime untuk menguatkan Masime yang kini perasaanya tengah hancur.

Latihan pun selesai mereka memutuskan untuk pulang bersiap siap karena esok adalah hari yang penting bagi mereka dan grup theater mereka.

Bayem dan Eky kekasih nya yang memang sudah lama tak bertemu memutuskan untuk makan malam bersama, Eky telah menyiapkan makan malam yang istimewa untuk Bayem. 

“Yem aku kangen banget sama kamu” Eky menggenggam tangan Bayem

“Aku sayang sama kamu aku pengen terus sama kamu” kata Eky lalu memasangkan cincin pada jari cantik Bayem

Bayem hanya diam dan tak tau akan perasaan nya rupanya Bayem telah benar benar jatuh cinta pada Masime dan hampir saja melupakan bahwa ia telah memiliki kekasih Bayem bingung akan apa yang harus ia lakukan saat ini. Tak bisa dibohongi bahwa kini Masime telah mencuri hatinya

“Ko kamu diem aja? Kamu udah ga sayang aku?” Tanya Eky pada Bayem, pertanyaan itu membuat Bayem terdiam dan tambah bingung akan perasaanya saat ini 

“Ha engga” ucap Bayem sambil tersenyum ia terpaksa berbohong karena tak ingin membuat Eky kecewa.

Lain Bayem lain lagi Masime, Masime yang kini sedang duduk dipinggir sungai sedang melempar lempar batu ke arah sungai entah sudah berapa banyak batu yang ia lempar hingga tak terhitung 

“Gua ngerti apa yang lu rasain” kata Lusa yang tiba tiba datang dari belakang

“Lu ga akan ngerti Lus” ucap Masime kesal dan terus melempar batu ke arah sungai

“Cinta itu emg kadang bikin kita terlihat bodoh, dalam cinta ada dua kemungkinan. Merelakan atau mendapatkan” jelas Lusa

“Apa maksud lu?” Tanya Masime pada Lusa dan terus melempar batu ke sungai

“Gua pernah ngerasain yang namanya cinta tak harus memiliki. Emang sakit sih tapi seenggaknya gua pernah mengatakan apa yang gua rasain selama ini” kata Lusa

“Kita bisa bohong depan orang lain tapi perasaan kita sendiri ga akan pernah bisa kita bohongin, sekarang semua ada di tangan lu. Kalau lu ga jujur sama perasaan lu. Cinta ga akan pernah berpihak sama lu” sambung Lusa sambil memberikan senyuman pada Masime

20 Juni 2016

Hari ini adalah hari yang sangat menentukan hari dimana usaha mereka dan kerja keras latihan yang telah lakukan akan ditampilkan depan banyak orang.

Semua anggota theater pun telah bersiap siap pada tugas nya masing masing. Stage, lighting, sound semua nya telah di cek agar tidak terjadi kendala nanti nya. Di ruang make up Bayem pun tengah siap siap ia telah di dandani dan memakai kostum sebagai mana semestinya cukup lama dia di ruang make up tak keluar juga.

Akhirnya Lusa menghampirinya. 

“Belum siap yem?” Tanya Lusa pada Bayem

“Hah ya udah ko” jawab Bayem yang ternyata dari tadi melamun seperti sedang memikirkan sesuatu 

“Yem dalam cinta itu memang ada dua kemungkinan dipilih atau atau tidak dipilih. Memilih atau tidak sama sekali. Melepaskan atau mendapatkan. Mungkin takdir kita sebagai cewek itu untuk dipilih, tapi ketika pilihan itu ada pada diri kita apa kah kita tak memiliki hak untuk memilih? Cinta itu perihal hati dan perasaan. Hati yang menentukan perasaan yang merasakan. Kita bisa aja memberikan senyuman ke semua orang untuk menutupi kesedihan kita tapi perasaan takan pernah bisa membohongi hati itu sendiri. Coba untuk jujur pada hati diri kita sendiri” kata Lusa dan langsung meninggalkan ruangan Bayem.

Bayem masih terdiam dan nampaknya ia tengah meneteskan air mata tanpa disadari.

Rangkaian acara telah dilaksanakan kini giliran mereka untuk menampilkan drama musikal yang telah mereka pelajari dihari hari sebelumnya. Mereka pun tengah menunjukan aksinya hingga pada klimaks cerita

“Cinta.. terkadang aku tak mengerti apa itu cinta, terkadang aku tak tau dari mana itu cinta, bahkan terkadang aku tak kenal siapa itu cinta. Tapi kali ini cinta telah mengubah semua nya cinta telah mengubah hati pikiran dan perasaan. Dan bahkan cinta itu tak tau waktu tak tau diri bahkan tak tau malu. Cinta itu datang di hadapanku cinta itu datang bersama dirimu tanpa mengenal waktu tapi cinta itu juga menyadarkanku siapa aku? Siapa aku? Dan siapa kamu? Harus nya aku tau bahwa cinta mungkin tak selama bisa bersatu” Masime memulai dialog di puncak cerita namun Bayem nampak nya kebingungan.

“Ini beda dari yang dilatihan” bisik bisik cili pada teman teman di sekitarnya 

“Gawat ini bukan dialog nya” Bami yang mengetahui bukan seperti itu dialognya sedikit marah karna menyangka Masime lupa akan dialognya dan hampir saja menghampiri namun Lusa menarik tangan Bami dan menahannya agar Bami menyangsikannya sampai selesai.

“Cinta itu bukan keterpaksaan cinta itu masalah hati dan perasaan. Cinta itu pilihan kau bahagia atau menderita. Jika kau bahagia dengannya. Pergilah dan katakan bahwa kau tidak mencintaiku ku katakan lah dan pergi saja bersamanya” Masime mendekati wajahnya pada Bayem, Bayem yang nampak bingung ini bukan dialog nya tapi ini adalah sebuah pernyataan.

Bayem pun menangis dengan derai air mata di depan Masime.

“Katakanlah katakan bahwa kau tak mencintaiku dan pergilah bersama nya tinggalkan aku” tanpa sadar Masime pun meneteskan air mata saat mengatakan itu dalam dialognya.
 
Bayem tak menjawab dengan cepat dia menjauh sedikit dari Masime. Dan Masime pun melangkah ke depan dengan air mata yang menetes di pipi nya.

“Ya aku tahu itu pergilah bersama nya pergilah. Karna kau benar benar tak mencintaiku kan?” Masime melanjutkan dialognya dengan hati yang benar benar perih tanpa menengok sedikit pun ke arah Bayem.

Bayem yang sudah mengerti apa yang dimaksud Masime pun menangis tak bisa dipungkiri bahwa dia juga benar benar mencintai Masime namun ia sadar bahwa ini hanyalah drama. Drama yang harus mereka perankan, mereka saling mencintai dalam sebuah drama namun kenyataan tidak mereka memang benar benar saling mencintai 

“Mana akhir cerita nya?” Bisik salah satu penonton

“Ga ngerti gua kenapa semua dialognya diubah” Bami berpikir keras

“Iya ceritanya pun menggantung” Lanjut Bara 

Bayem masih tampak kebingungan di atas panggung karna tak tahu akhir dari drama nya seperti apa karna dialog nya memang berbeda dengan seperti apa yang di latihan selama ini, lalu Bayem melirik ke arah Eky kekasihnya.

Eky pun tersenyum seperti memberi sebuah kode agar Bayem menghampiri Masime dan Eky mengangkat sebuah kertas dengan tulisan
“JIKA KAU MENCINTAINYA KEJARLAH DIA”.

Namun apakah Bayem akan mengejar kembali Masime atau akan menjauh dari Masime?

Sementara Masime masih mempertanyakan “Apakah Bayem mencintainya dan akan menerima cintanya?”

*****

“Gua sendiri ga tau apa akhir dari cerita ini.
Apa Bayem mau nerima Masime atau engga?
Cuma hati Bayem dan Bayem sendiri yang bakal nentuin apa akhir dri cerita ini.
Dan tepat jam 19.00 nanti Bayem sendiri yang akan nentuin akhir dari cerita ini.”

– Masime Bauttier

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s