Posted in FTV / Sinetron

#FTV: Rasa Yang Tersimpan

image

Mungkin Tuhan punya rencana, hingga akhirnya Bara harus menjalani kejadian yang tak pernah diduganya sama sekali. Bara mengerti Bara tak bisa salahkan takdir. Tapi Bara sangat menyayangkan ketika kenyataan itu tak sesuai yang ia harapkan.

“Hai Bar, lo ko sendiri? Eky mana Bar?” tanya Michi saat melihat Bara yang datang sendirian ke dalam kelas.

“Dia sakit chi, lo kemarin gua telfon ga diangkat.” jawab pelan Bara.

“Ya Ampun, Eky sakit apa? Sekarang dia ada dimana?” sahut Michi dengan paniknya.

“Iya dia dirumahnya, kemarin gua anter dia  ke dokter katanya sih kecapean doang.”

“Baliknya lo kerumah dia kan? Kalau iya gua ikut, kalau ga tetep lo harus anter gua kesana.” Ucap Michi dengan paniknya.

“Segitunya ya lo, panik soal Eky. Eky beruntung.” dalam hati Bara.

“Hei ra? Hello.”

“Iya gua anterin lo.” ucap singkat Bara.

“Khawatir gua sama dia.” ucap Michi yang masih saja panik.
Bara hanya menatap Michi saat Michi sibuk memikirkan Eky.

Akhirnya bel masuk pun berbunyi, siswa dan siswi pun masuk kelas dan belajar dengan hikmat.

Tak terasa waktu pun telah menunjukan waktu pulang, Michi pun dengan sigapnya langsung menarik tangan Bara agar cepat-cepat pulang dan menuju rumah Eky.

“Ayo Bar ktia langsung kesana.”

“Iya iya sabar dulu, beresin dulu buku.” ucap Bara sambil memmasukkan buku-bukunya.

“Ih lama.” Sambil membantu Bara memasukkan buku ke dalam tas.

“Dah, ayo.”

Akhirnya mereka pun pulng dan menuju rumah Eky.

Sesampainya dirumah Eky…

“Ky, gua dateng nih sama Michi.” sambil mengendap ngendap masuk ke kamar Eky.

Pada saat masuk ke kamar Eky tak terlihat sama sekali ada orang dikamar tersebut, Bara dan Michi kebingungan dan akhirnya mecari keberadaan Eky. Dan pada saat mencari, ternyata Eky jatuh dari tempat tidurnya, Bara pun langsung membantu Eky untuk kembali ke tempat tidur.

“Eky.” Ucap Bara terkejut.

“Ya Ampun, ky. Bar ayo Bar bantuin dia.” Ucap Michi panik.

“Lo ngapain sih ky?Kenapa lo bisa jatoh gitu?Lo kan lagi sakit coba lo jangan banyak tingkah deh.Kalau tadi… ”

“Bar,stop dari semua pertanyaan itu,please Eky lagi sakit lo jangan banyak pertanyaan aneh deh” sahut Michi yang memotong pembicaraan Bara.

“Gapapa chi, gua tadi mau ambil buku doang, gua kira gua kuat ternyata gua jatuh tadi.” Ucap lembut Eky.

“Lagian ya lo, buku apa sih yang mau lo ambil? Diary? Novel? Resep makanan? Atau apa?” sahut Bara dengan sewotnya,

“Bara STOP.” ucap Michi sambil melemparkan kain yang ada didepan matanya.

“Lah ko gua dilempar kain segala sih?Gua kan nanya doang.” balas Bara penuh keheranan.

“Lo tuh dari tadi berisik, lo tau kan Eky sakit?Bisa ga sih lo diem aja.”

“Udah udah ko kalian malah berantem sih.” ucap Eky.

“Iya maaf ky, Bara tuh rese.” balas Michi.

“Gua aja terus chi, dah ah gua aus gua mau minum dulu.Lo mau ga chi?Gamu?Yaudah.” ucap Bara seraya meninggalkan kamar.

“Baraaaaaaa.” teriak Michi.
Bara pun akhirnya pergi ke dapur untuk mengambil minuman, saat sedang berjalan menuju dapur terlihat sebuah ruangan dengan pintu terbuka.

“Ruangan apa ya,selama gua temenan bertahun tahun gua ga pernah tau isi dalam ruangan itu. Pa gua masuk aja ya.”

Karena Bara sangat penasaran akhirnya Bara pun masuk ke ruangan itu. Dan Bara terkejut saat melihat apa yang ada didalam ruangan itu.

“Jadi… “

image

Bara pun menelusuri lagi isi dari ruangan tersebut dan akhirnya menemukan sepucuk surat. Bara pun membuka surat tersebut dan membacanya.

image

“Jadi bener, Eky punya rasa yang sama kaya gua ke Michi? Kenapa harus cewe yang sama sih?”

Bara masih tak menyagka atas apa yang ia lihat dan ia baca. Bara tak pernah sangka bahwa Eky sahabatnya sendiri sama sepertinya yang juga menyukai dan menyayangi Michi.

“Yang sulit diterima bukan ketika musuh kita memiliki rasa yang sama untuk orang yang kita cintai tapi ketika sahabat terbaik kita menyi’mpan rasa yang sama untuk orang yang kita cintai.”

image

Bara pun bergegas kembali ke kamar Eky, tapi Bara langsung pamit untuk pulang. Michi dan Eky yang melihat tingkah Bara kebingungan.

“Gua balik dulu. Lo cepet sembuh ky.” ucap Bara sambil memakai tasnya.

“Eh eh lo kemana Bar?Ko lo pulang sih?Gua pulang sama siapa?” balas Michi kebingungan.

“Eh iya lo mau kemana ko buru buru?” tanya Eky.

“Gua duluan ya, bye,” jawab Bara singkat.

“Eh ky, gua juga balik deh gua ga biasa ditinggal Bara, lo cepet sembuh ya, kalau belum sembuh besok lo gausah masuk dulu oke?” ucap Michi sendari pamit.

“Iya Chi hati-hati ya lo. Makasih udah jengukin gua.” balas Eky dengan sebuah senyuman.

Akhirya Michi pun belari menyusul Bara.

“Baraaa, tungguin.” teriak Michi dari jauh.

Bara pun menghentikan langkahnya.

“Lah ko lo malah ikut pulang sih?” tanya Bara.

“Gamau gua ga biasa kalau ga pulang sama lo, lo kan tau gua, lo doang yang sering anter gua pulang kerumah.” jawab Michi.

“Yaudah terserah lo.” ucap Bara sambil lanjut berjalan.
Mereka pun akhirnya pulang, Bara mengantarkan Muchi pulang terlebih dahulu.

Sesampainya dirumah Michi…

“Udah,gua balik dulu, jangan lupa mandi lo, bau. Makan sama shalat juga.” ucap Bara.

“Loh ko tumben?” tanya Michu.

“Tumben apa?” jawab Bara kebingungan.

“Tumben lo ga titip salam sama puspus.”

“Oh iya gua lupa, yaudah lo salamin bilang kurang-kurangin nyakar orang.” Jawab Bara.

Puspus adalah seekor hamster yang Bara berikan kepada Michi sebagai hadiah ulang tahun tahun lalu.

“Yaudah sana balik lo.” ucap Michi.

Tanpa basa basi Bara pun langsung pergi meninggalkan Michi di depan rumahnya dan satu kata pun terucap.

“Huh, kebiasaan.” Keluh Michi dalam hati.

2 hari kemudian…

“Akhirnya bisa sekolah juga, kangen semuanya.” gumam Eky.

Dari kejauhn terlihat Bara sedang bersama Michi, dan Eky bergegas untuk menghampiri mereka.

“Oiii.”

“Eky.” dengan senang Michi menyambut.

“Ky dah sembuh lo?” ucap Bara singkat.

“Iya Alhamdulillah gua udah enakan, gua kangen sekolah juga padahal Cuma 3 hari gua dirumah.haha” jawab Eky dengan senyuman.

“Makanya lain kali lo tuh jaga kesehatan, makan yang teratur  obat lo diminum juga tepat waktu dan ga usah beli makanan yang dilarang dokter.” ucap Michi.

“Iya bawel, gua makan yang bener ko.” jawab Eky sambil menarik hidung Michi.

“Ih sakit tau ky.” Keluh Michi
Akhirnya Michi dan Eky pun saling bercanda dan membuat Bara cemburu. Bara akhirnya memutuskan untuk meninggalkn mereka ditaman.

“Gua ke kelas duluan ya.” ucap Bara.

Dari kejauhan…

“Mungkin mulai sekarang, gua harus terbiasa jauh dari lo Chi, gua gamau karena sayang gua ke lo bikin gua sama Eky pecah, biarin gua simpen perasaan gua dan semoga perasaan gua bisa ilang. Kebahagiaan sahabat gua, lebih penting dari kebahagiaan gua sendiri.” gumam Bara.
Sepulang sekolah…

Karena ditaman kota ada pameran, Michi mengajak Bara dan Eky untuk datang kesana. Awalnya Bara menolak untuk ikut ke pameran tersebut tapi akhirnya setelah dibujuk Bara pun mau datang ke pameran tersebut.

“Please ikut ya Bar ikut.” memohon kepada Bara.

“Yaudah gua ikut.” jawab Bara.

“Nah gitu dong Bar.” sahut Eky.
Akhirnya mereka pun pergi ke pameran itu.

Sesampainya disana…

“Chi, kita kesana yu? Kayanya sebelah sana bagus bagus.” ajak Eky pada Michi.

“Boleh, ayo Bar.” ajak Michi sambil menarik tangan Bara.

Eky bingung, mengapa Michi selalu saja tak bisa jauh dari Bara kemana pun Michi pergi pasti ia sealu mengajak Bara untuk ikut.

“Kenapa Michi sebegitunya sama Bara?” ucapnya Eky dalam hati.
Bara pun merasakan bahwa Eky memperhatikan tingkah Michi kepadanya, karena Bara takut Eky berfikiran yang aneh, akhirnya Bara melepaskan tangan Michi dan enolak untuk ikut.

“Lo kesana aja, gua mau ke sebelah sana dulu nanti kalau udah gua susul kalian.” jawab Bara.

“Yaudah tapi lo beneran nyusul ya?” tanya Michi pada Bara.

“Iya.” jawab singkat Bara.

“Yaudah Bar, kita kesana dulu ya, lo hati hati jangan jadi copet disini haha.” Canda Eky pada Bara.

“Ga lah haha.” jawab Bara.
Michi dan Eky pun akhrnya pergi ke arah selatan untuk melihat lukisan lukisan yang dipamerkan, sedangkan Bara ke arah Timur. Pada saat sedang melihat lihat, tak sengaja Bara menubruk seorang wanita.

Bruuuuuk…

“Sorry sorry, gua ga sengaja.” ucap panik Bara.

“Bara.” ucap wanita itu dengan terkejut.

“Rena?Lah ini beneran lo?” sahut Bara.

“Iya ini gua, gua Rena.” jawab Rena dengan senyuman.

“Lo kemana aja? Gua nyari lo, semenjak lo pindah rumah gua bingung lo kemana.” oceh Bara.

“Justru gua balik lagi karena gua sekarang pindah lagi ke rumah lama dan otomatis gua bakal satu sekolah lagi sama lo.” ucap Rena sambil kegirangan.

“Serius lo?” jawab Bara terkejut.

“Iya gua serius Bar.”

“Yaudah bagus, oh iya lo kesini sendiri?” tanya Bara.

“Tadi gua dianter Papa sih, tapi Papa udah pulang juga.” jawab Rena.

“Yaudah abis kita liat-liat disini kita cari Michi sama Eky baru kita pulang, lo pulang sama gua aja gausah minta jemput Papa.” sambung Bara.

“Beneran Bar?”

“Iyalah, rumah kita sebelahan yakali gua ninggalin lo sendiri. Yaudah ayo kita liat – liat abis itu cari Michi Eky.” ucap Bara sambil menggandeng tangan Rena.

Mereka pun akhirnya kembali melihat lihat pameran disana itu. Rena dan Bara yang sedang asik melihat sambil bercanda ternyata mengundang kecemburuan Michi yang melihat mereka dari kejauhan.

“Bara sama siapa ya, akrab banget.” ucap dalam hati Michi.

“Ngeliatin siapa chi?” tanya Eky.

“Itu Bara sama siapa ya?” tanya Michi.

“Oh itu kayanya Rena deh, temen lama kita, dia rumahnya sebelah rumah Bara, cuma dia pindah rumah jadi kita lost deh. Oh iya dia juga… ” cerita singkat Eky.

Tiba tiba saja Michi pergi  menghampiri Bara dan Rena saat Eky belum menyelesaikan ceritanya.

“Dia juga salah satu cewe  yang tertarik sama Bara, sama kaya cewe cewe lain.” terus Eky.

Akhirnya Eky pun menyusul Michi yang menghampiri Bara dan Rena.

“Bar.” Ucap Michi sambil menepuk pundak Bara.

“Hei,udah chi?Loh Eky mana?” tanya Bara.

“Ada tuh dibelakang.” Jawab Michi sambil menunjuk kearah Eky.

“Bar,itu siapa?” tanya Rena.

“Oh iya gua lupa, kalian belum saling kenal. Chi ini Rena temen gua dari kecil juga sama kaya Eky,Ren ini temen gua juga namanya Michi.” ucap Bara sambil mengenalkan satu sama lain.

“Rena.” mengulurkan tangannya sambil tersenyum.

“Michi.” mengulurkan tangannya sambil tersenyum.

“Hai Ren,sehat lo?” tanya Eky yang baru saja datang.

“Eky,hei lo apa kabar?Udah lama ga ketemu.” sahut Rena.

“Gua baik ko,lo makin cantik aja ya.” jawab Eky tersenyum.

“Hehe lo bisa aja ky.” jawab Ren malu malu.

“Nanti lagi kangen kangenannya, sekarang kita balik. Udah mau sore juga.” ucap Bara.

“Bar, lo nganterin gua kan?” tanya Michi tiba-tiba.

Eky yang mendengar pertanyaan Michi kepada Bara merasa cemburu. Begitupun dengan Rena yang sejak kecil memang menyukai Bara.

“Kayanya deket banget Bara sama cewe ini.” ucap Rena dalam hati.

“Yaudah yok, ko malah pada bengong semua.” ajak Bara.

Mereka pun akhirnya pulang ke rumah dan terlebih dahulu mengantarkan Eky. Beberapa waktu kemudian, akhirnya tinggal Michi, Rena dan Bara yang tersisa. Pada saat akan masuk mobil, Rena dan Michi bersamaan untuk masuk ke bagian depan. Bara bingung siapa yang harus duduk didepan karena Bara tak ingin terjadi pertengkaran hanya karena tempat duduk.

“Kalian duduk dibelakang ya,gua duduk depan sendiri.” Ucap Bara sambil membukakan pintu mobil.

Akhirnya mereka pun duduk dibelakang, sepanjang perjalananan pun sangat hening tak ada ada yang berbicara satu sama lain. Bara bingung dengan sikap kedua wanita itu. Beberapa menit kemudian akhirnya sampai juga dirumah Michi. Bara pun turun dan langsung membukakan pintu mobil. Rena hanya diam saja didalam mobil.

“Dah sampai, inget ya mandi makan shalat dan…” ucap Bara.

“Dan salam sama puspus kan.” sahut Michi sambil tertawa kecil.

“Pinter, yaudah gua pulang dulu ya.” ucap Bara sambil mengusap ngusap rambut Michi.

“Hati – hati ya.” ucap Michi tersenyum.

Bara membalas dengan senyuman.

Akhirnya Bara pun pergi dan Michi pun masuk ke dalam rumah. Di perjalanan tiba – tiba saja Rena membahas soal Michi.

“Bar, lo udah kenal lama ya sama Michi?” tanya Bara.

“Ko nanya soal Michi?” tanya balik Bara pada Rena.

“Ya gapapa, gua liatnya kaya deket banget.” jawab Rena.

“Gua, Eky, sama Michi lumayan lama sahabatan jadi ya wajar kalau emang deket kan.” Jawab Bara.

“Tapi gua liat sikap lo ke dia beda.” Sahut Rena.

Tiba-tiba saja Bara mengerem mobilnya. Rena pun terkejut.

“Bara.”

“Sorry, sorry gua ga sengaja. Lo gapapa kan?” ucap Bara panik.

“Gua gapapa, lo kaget karena omogan gua brusan soal Michi ya?” tanya Rena.

“Ga ko, tadi gua salah injek aja.” jawab Bara gugup.

“Gua kenal lo udah berapa lama sih Bar?Gua tau lo.”
Bara hanya diam saja.

“Bar…” panggil Rena.

“Gua ga tau kenapa gua ngerasain ini ren, gua gatau kenapa harus dia, gua ga ngerti.” jawab Bara.

“Jadi lo suka sama Michi?” tanya Rena.

“Lupain soal tadi ren, ga penting kita lanjut pulang ya.” jawab Bara tersenyum.

Bara pun akhirnya kembali mengemudikan mobilnya. Rena masih memikirkan soal itu dan merasa sedih juga karena Rena tau, Bara pasti memiliki rasa terhadap Michi. “Gua tau lo suka Bar sama Michi.” Ucap Rena dalam hati.

Sesampainya…

“Akhirnya sampe juga Ren, lo istirahat deh ya. Sorry soal tadi gua ga sengaja.” ucap Bara.

“Gapapa, santai aja.” jawab Rena tersenyum.

“Yaudah gih masuk, gua juga mau masuk mau mandi.” ucap Bara.

Akhirnya Rena pun masuk ke dalam rumahnya dan Bara pun juga.

Beberapa jam kemudian…

“Si Eky mau ngapain ke rumah malem malem gini tumben banget.” ucap Bara sambil berjalan kesana kemari depan teras rumahnya.

Beberapa menit berlalu akhirnya Eky pun datang.  “Hai Bar, sorry ya gua ganggu.” ucap Eky.

“Gapapa, oh iya masuk deh jangan diluar.” ajak Bara.

Mereka pun masuk.

“Mau minum apa lo ky?” ucap Bara.

“Apa aja Bar, gua pasti minum. Nyokap bokap lo pergi lagi ya?” tanya Eky samil melihat lihar isi rumah Bara.

“Iya biasa sibuk sama urusan masing masing.” jawab Bara sambil memberikan segelas minuman.

“Yea enak seger nih, oh iya Bar gua mau minta tolong sama lo.”

“Tolong apa Ky?”

“Tolong kasih saran buat gua. Gua bingung harus apa.” Jawab Eky sambil menyimpan gelas yang ia pegang.

“Kita bertiga kan sahabatan udah lama, salah ga sih kalau gua suka sama Michi?” tanya Eky.

“Udah ga kaget gua tau ini ky, nyakitin banget rasanya.” ucap Bara dalam hati.

“Bar..”

“Eh iya ky, gimana gimana?” tanya Bara balik.

“Iya gua harus apa?Apa gua bilang Michi aja kalau gua sayang sama dia?” tanya Eky,

“Kalau lo sayang lo nyatain aja,mumpung dia lagi ga punya pacar kan.” jawab Bara.

“Gitu ya,tapi kalau gua ditolak?” tanya Eky lagi.

“Yang penting dia tau lo sayang dia kan.”

“Iya sih, ok fix gua bakalan bilng besok.Lo support gua terus ya Bar.”

“Iya pasti.” jawab Bara.

“Lo emang sahabat baik gua Bar.” menepuk pundak Bara.

Dibalik kata kata Bara tadi, Bara menyimpan kesedihan,berpura pura tidak mencintai itu leih sulit dibandingkan putus dari cinta. Eky pun sudah matang dengan keputusannya untuk menyatakan cintanya pada Michi esok hari.

Bara pun sudah siap dengan segla yang terjadi esok hari. Kuat tidak kuat, Bara harus terima itu semua.

“Karena cinta ga harus meiliki.” dalam hati Bara.

“Yaudah Bar gua balik dulu ya, besok kita ketemu disekolah dan semoga dia juga suka sama gua ya, doain gua.” Ucap Eky.

“Iya Ky, gua doain.” sahut Bara.

Akhirnya Eky pulang.

Bara bingung apa yang harus dilakukan dan sejujurnya Bara tidak siap jika Michi punya rasa yang sama dengan Eky. Bara belum siap untuk melupakan rasanya itu.

Keesokan harinya….

Waktu yang Bara tak inginkan pun datang, Bara masih memikirkan soal pembicaraan Eky kemarin, Bara benar-benar belum siap khilangan Michi. Bara takut rasanya malah semakin dalam, dan akan semakin sulit untuk melupakannya. Tapi Bara bertekad untuk memendam rasa itu dan Bara akan menjauh pelan pelan dari Michi.

Bara pun akhirnya pergi berangkat sekolah dan berusaha bersikap biasa saja seakan akan tidak akan ada yang terjadi hari itu.

Sesampainya disekolah…

“Hei Bar.”

“Eh Ren, lo langsung sekolah disini?” tanya Bara.

“Iya Bar, biar gua ada temennya, dari dulu kan cuma lo yang mau deket sama gua dan mau jadi temen gua tulus.” jawab Rena.

“Apa sih ren, lo sekarang juga udah ga kaya dulu pasti banyak ko yang mau jadi temen lo sekarang, yaudah dari pada kita sedih sedihan kita ke kelas bareng aja.” ajak Bara.

Mereka pun ke kelas..

Hari itu hari bebas dimana guru sedang ada rapat dan akhirnya siswa an siswi pun tidak ada kegiatan belajar mengajar. Sesuai apa yang dikatakan Eky pada hari kemarin, Eky akhirnya benar benar akan menyatakan rasa sayangnya pada Michi. Ternyata Eky telah mempersiapkan semuanya, Bara hanya melihat kegiatan sahabatnya itu yang sibuk demi menyatakan cintanya pada Michi, wanita yang dia sayangi.

Disisi lain Michi sedang asyik membaca dan tak beranjak sama sekali daritempat duduknya. Rena yang duduk disebelah Bara, menydari bahwa Bara dari tadi hanya diam dan memperhatikan Michi dari tempat duduknya.

“Kalau sayang lo kejar, jangan biasain nyimpen perasaan lo sama orang lain, gabaik apalagi dipendem.” ucap Rena yang membuat Bara bingung.

“Maksud lo apa ren?” tanya Bara.

“Gua tau ko lo sayang sama Michi, lo juga suka sama Michi, tapi lo ga berani buat bilangnya kan?” tanya Rena.

“Ga ren,gua gamau rusak persahabatan cuma karena gua suka sama dia,gua mau simpan rasa ini.” jawab Bara sambil tersenyum.

“Bar, gua gamau liat lo kaya gini, gua mau lo bahagia, iya walaupun gua sedih liat lo ternyata suka sama cewe lain, tapi gua ikhlas asal lo bahagia.” menepuk pudak Bara.

Bara pun memegang tangan Rena dan disaat yang bersamaan Michi melihatnya. Karena Michi tak sanggup melihatnya, akhirnya Michi pun pergi keluar kelas.

“Ren, makasih dari dulu lo ngertiin gua, gua minta maaf sama lo gua cuma bisa sayang lo sebagai sahabat gua.”

“Bar, gua gapapa ko, gua gamau maksain hati lo yang nyatanya hati lo itu bukan buat gua. Lo harus kejar kebahagiaan lo inget.” ucap Rena.

Bara pun akhirnya menceritakan alasan mengapa Bara tidak menyatakan perasaannya pada Michi. Dan Rena tak menyangka dengn apa yang terjadi.

“Jadi Eky suka Michi juga?Padahal setau gua, Ice ninggalin dia dan belum mutusin dia. Kalau sekarang Michi terima Eky…” ucap Rena.

Tiba-tiba saja saat Rena sedang berbicara, dari luar terdengar suara yang sangat ramai.

Terima…terima …terima..

Bara dan Rena pun akhirnya keluar kelas dan melihat apa yag terjadi diluar kelas. Dan pada saat mereka keluar, mereka melihat Eky yang sedan menyatakan cintanya pada Michi. Bara hanya diam saja melihat sahabatnya menyatakan rasa sayangnya pada seorang wanita yang bukan lain wanita itu adalah orang yang Bara cinta.

“Lo mau kan jadi cewe gua?” tanya Eky pada Michi.

“Gua ga sayang sama Eky, gua sayang sama Bara tapi gua ga mungkin bikin Eky malu depan orang banyak. Gua bingung harus apa.” Ucap Michi dalam hati.

Michi pun melihat ke arah Bara dan Rena, Michi menyangka Bara tak menyukainya juga yang akhirnnya lebih baik Michi menerima cinta Eky dan belajar untuk melupakan Bara.

“Tapi, Bara kelitan seneng sama Rena, semenjak Rena datang pun perhatian lo ilang gitu aja. Gua mau lupain lo Bar, gua harus bisa kaya lo yang biasa aja sama gua.” ucap Michi dalam hati.

“Jadi lo mau kan?” tanya Eky sekli lagi.

“Iya, gua mau.” Jawab Michi.
Dan akhirnya Eky pun loncat bergembira saat Michi akhirnya menerima cintanya. Bara hnya meberikan senyuman atas apa yang ia lihat. Bara pun pergi dari tempat itu, begitu pun Rena yang menyusul Bara pergi.

Sore hari dirumah Bara…

“Sakit banget sakit chi, harusnya lo tau gua juga suka sama lo, tapi gua juga gabisa biarin Eky sedih. Ya Tuhan bantu hamba untuk lupain rasa ini.”

Bara sangat sedih dengan kejadian itu, semenjak kejadian itu Bara tidak masuk sekolah, sudah hampir 4 hari Bara menghilang tanpa kabar. Eky, Michi bahkan Rena sekalipun tak tau kabar Bar karena rumah Bara pun sepi dan tak ada orang sama sekali.

Handphone Bara pun mati dan tak da siapa pun yang tu keadaan dan dimana Bara sekarang.

Disisi lain…

“Bar, gua kangen sama lo, puspus kagen sama lo, lo kemana Bar.” Ucap Michi dalam lamunannya.

Dirumah Eky…

“Permisi bi, Eky nya ada?” tanya seorang wanita.

“Ada non, silahkan masuk bibi panggilkan dulu.”

Akhirnya dipanggilkanlah Eky. Pada saat Eky turun, Eky tak menyangka ternyata yang datang itu Ice, kekasihnya yang tiba-tiba saja menghilang tanpa kabar sama seali. Eky sangat terkejut kan hal itu.

“Ice.” Ucap Eky terkejut.

“Ky, gue kangen lo.” Ucap Ice sambil memeluk Eky.

“Lo datang disaat gua udah sama orang lain, maksud lo apa sih? Lo mau bikin gua gabisa lupain lo lagi? Lo mau apalagi sih balik lagi ke kehidupan gua?” ucap eky emosi.

Ice pun menjelaskan alasan mengapa ia meninggalkan Eky tanpa kabar sama sekali dan meminta maaf atas perlakuannya itu. Eky pun ta menyangka ternyata Ice ada alasan mengapa dia pamit tanpa kabar, tiba – tiba saja Eky bingung. Mengapa disaat ia sudah menjadi kekasih Michi, Ice hadir kembali dihidupnya. Eky bingung apa yang harus dilakukan dan tak tau apa yang akan terjadi jika Ice tau Eky sudah punya yang lain, dan Eky pun takut ketika Michi tau bahwa hubungan Eky dan Ice belum benar benar berakhir.

Eky ternyata simpan rapat rapat rahasia itu dan tetap memacari Ice tanpa Michi tau begitu pun kepada Michi. Sampai akhirnya tak disangka Rena bertemu dengan Ice dan Ice menjelaskan semuanya dan meceritakan semuanya termasuk soal hubungannya yang masih berlanjut dengan Eky.

‘Apa jadi lo sama Eky belum putus?” tanya Rena terkejut.

“emang belum Ren, ko lo kaget gitu sih?” tanya Ice bingung.

“Ga bisa diginiin, Eky keterlaluan.” Ucapnya dalam hati.

“Ren..”

Keesokan harinya…

Karena Rena tak mau Michi disakiti Eky, Rena pun berbicara pada Eky agar Eky melepaskan Michi.

“Gua ga pernah nyangka, lo jahat sama Ice sama Michi.” ucap sewot Rena.

“Lo ren, apa sih dateng dateng marah?” jawab Eky kebingungan.

“Lo pacaran sama mereka berdua maksudnya apa? Kalau Michi tau lo masih pacaran sama Ice gimana dan gimana juga kalau Ice tau lo malah nembak cewe lain disini.”

Tiba-tiba saja ada Michi dan Ice yang tepat medengar apa perkataan Rena kepada Eky.

“Maksudnya apa?” tanya Ice.

“Ce, lo ko disini?” jawab Eky gugup.

“Ga perlu tau kenapa, maksud Rena bilang lo nembak cewe lain apa?” tanya Ice sambil meneteskan air matanya.

“Ce lo salah denger ce.” ucap Rena.

“Lo ternyata belum putus tapi kenapa lo…” ucap Michi.

“Dengerin gue dulu, please chi dengerin gua.” Jawab Eky bingung.

Entah apa yang dirasakan Michi kali itu Michi pun akhirnya memutuskn untuk mengakhiri hubungannya dengan Eky dan langsun pergi ke taman sekolah.

“Kita putus ky.”ucap singkat Michi.
Rena pun akhirnya mengejar Michi dan meninggalkan Ice dan Eky.

“Gua bodo gua bodo terima Eky yang jelas jelas memang masih milik orang lain” ucap Michi sambil menangis.

Michi tak henti hentinya menangis dan menyebut ama Bara. Rena pun datang dan berusaha menenangkan Michi.

“Chi, maafin gua, tadi gua gamaksud sama sekali ngomng gitu maaf bikin lo putus.” ucap Rena.

“Gapapa, gua terlalu bodoh soal cinta.” jawab Michi yang masih dalam keadaan menangis.

“Kalau lo bodo, Bara ga mungkin suka sama lo chi, lo jangannangis ya,kalau Bara tau gua yakin Bara bakal marah liat cewe yang dia sayang nangis kaya gini.” ucap Rena.

“Sayang?” jawab Michi bingung.

Akhirnya Rena menjelaskan semuanya dari A-Z tentang Bara, tentang perasaanya terhadap Michi. Rena juga menjelaskan bahwa tidak ada hubungan apa apa antara irinya dengan Bara.

“Jadi Bara sayang sama gua tapi demi persahabatan dia ngalah? Dan ternyata lo sama Bara ga ada apa apa ?” tanya Michi.

“Iya gua gda apa apa sama Bara chi,Bara sayangnya sama lo bukan sma gua. Oh iya sebelum dia pergi, ada surat yang dia kasih buat lo” memberikan  sebuath surat.

Chi, apa kabar?Lo baik baik aja kan? Chi sori gua ga pamit kemarin gua lagi bener bener gabisa ngabarin siapa siapa, kemarin pun ga sengaja gua ketemu Rena dan akhirnya gua titip surat buat lo. Chi gua mau lo tau yang sebenernya walaupun gua tau, gua ga pantes bilang gini. Tapi gua Cuma mau lo tau aja dan ga lebih.
Chi gua sebenernya sayang sama lo dari semenjak awal kita kenal, maaf gua ga pernah bilang soal ini karena gua gamau kita jauh.  Dan gua juga tau dari lama kalau Eky suka sama lo, makanya gua ngalah dan gua mau kalian sahabat sahabat gua dapetin yang terbaik. Lo sekarang gimana sama Eky? Harus akur akur ya jangan berantem berantem.
Chi gua pamit ya, kalau dikasih kesempatan kita jumpa lagi kita bakal ketemu lagi. Sekali lagi jaga diri lo jaga makan lo dan jaga ibadah lo. Titip salam sama puspus. Bara kangen, kangen juga gua sama lo Chi. Hehehe
Chi maaf kalau gua salah pake bikin surat ginian tapi gua gatau harus apa buat ungkapin semuanya. Gua sayang sama lo chi, bahagia disana ya. Gua disini masih dan akan tetap sayang sama lo, sayang lo dari jauh.

Bara.

Michi pun menetesan air matanya setelah membaca surat dari Bara. Dan Michi tak menyangka betapa baiknya Bara yang rela merasakan sakit hatinya demi menjga perasaan sahabatnya.

“Gua juga sayang sama lo Bar.” Ucap Mihi sambil menangis.

“Lo gausah sedih lgi Chi, Bara pergi gakan lama, lo harus setia nunggu dia balik sama kaya dia yang setia buat simpan rasanya selama bertahun tahun,” ucap Rena.

“Gua janji, sampai kapan pun gua bakal tunggu Bara balik, gua sayang lo Bar.” Ucap Michi yang masih menangis.

Akhirnya Michi pun tau perasaan yang selama ini tersimpan di hati Bara, dan Michi berjanji untuk tetap setia menunggu kembali datangnya Bara dikehidupannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s